Gempa bumi ialah,” Bencana alam yang menimbulkan banyak kerusakan materil bahkan jatuhnya korban jiwa” (Ricky, Marizka, Ridho, Jesi, Novisa, 2001:1). Secara geografis, Indonesia terletak pada kawasan cincin api (ring of fire), yaitu lokasi yang sering mengalami bencana gempa bumi dan letusan gunung berapi. Ketika terjadi gempa bumi, kerugian yang dialami tidaklah sedikit. Contohnya ialah pada bencana gempabumi yang terjadi di Kota Palu pada Tanggal 28 september 2018 pukul 15.00, berkekuatan 6,1 Mw. Gempa ini diperkirakan menelan korban jiwa mencapai 2.045 orang dan merugikan masyarakat dan negara sebesar 18,4 Triliun, yang telah diterangkan oleh BNPB. Kerugian ini ditaksir dari akumulasi rusaknya selutuh infrastruktur maupun bangunan di Kota Palu yang diakibatkan oleh gempa bumi. Rumah yang mengalami kerusakan mencapai 68,451 buah
Hal ini menunjukkan bahwa rumah-rumah yang ada di Indonesia sangat rentan rusak terhadap gempa bumi. Padahal pada zaman sekarang, rumah seakan-akan menjadi kebutuhan wajib bagi setiap keluarga. Oleh karena itu masyarakat Indonesia harus memperhatikan pentingnya Rumah tahan gempa.
Rumah tahan gempa adalah bangunan yang bisa merespon gempa, dengan sikap bertahan dari keruntuhan dan bersifat fleksibel untuk meredam getaran gempat. Rumah tahan gempa merupakan bangunan yang dirancang dan diperhitungkan secara analisis, baik kombinasi beban, penggunaan material, dan penempatan massa strukturnya. Pembangunan rumah jenis ini sebenarnya tidak terlalu sulit. Setiap Rumah tahan gempa haruslah memenuhi berbagai standarisasi berikut
• SNI 03-1726-2002, Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Bangunan;
• SNI 03-2847-1992, Tata Cara Perencanaan Struktur Beton untukBangunan Gedung;
• RSNI T – 02 - 2003, Tata Cara Perencanaan Konstruksi Kayu Indonesia;
• SNI 03 – 1729 - 2002, Tata Cara Perencanaan Struktur Baja untuk Bangunan; dan
• SNI 03 – 6816 – 2002, Tata Cara Pendetailan Penulangan BetonBertulang Indonesia.
Ketika membangun rumah tahan gempa, beberapa hal yang harus diperhatikan menurut Salim ialah
1. Perbandingan antara kekuatan dan berat dari material struktur, harus cukup besar;
Akan lebih menguntungkan jika digunakan material konstruksi yang ringan tetapi kuat, sehingga intensitas gaya gempa yang bekerja pada struktur dapat berkurang.
2. Material struktur harus mempunyai kemampuan untuk berdeformasi;
Material struktur yang mempunyai kemampuan berdeformasi plastis serta mempunyai sifat daktilitas yang tinggi, akan mempunyai ketahanan yang baik terhadap pengaruh beban gempa yang bersifat bolak-balik, karena material struktur ini mempunyai tingkat pemencaran energi gempa yang baik. Sifat daktilitas dapat membatasi besarnya gaya gempa yang bekerja pada struktur. Semakin besar sifat daktilitas dari material yang digunakan pada struktur, maka akan semakin besar pula tingkat pemencaran energi yang dipunyai oleh sistem struktur tersebut, sehingga gaya gempa yang bekerja atau masuk ke dalam struktur akan semakin kecil.
3. Sifat degradasi kekuatan dan degradasi kekakuan dari material struktur, harus cukup rendah;
Material-material struktur, khususnya material untuk elemen-elemen struktur yang difungsikan menahan beban gempa, sedapat mungkin harus digunakan material yang mempunyai sifat degradasi kekakuan serta degradasi kekuatan yang rendah di bawah pengaruh beban gempa yang berulang. Degradasi adalah pengurangan kekuatan dan kekakuan dari suatu material akaibat beban berulang.
4. Keseragaman Kekuatan dan Kekakuan; dan
Agar didapatkan respons dinamik yang baik dari struktur pada saat terjadi gempa. Maka perlu diusahakan agar konfigurasi dari sistem struktur yang meliputi ukuran dan jenis material yang digunakan, harus mempunyai kekuatan serta kekakuan yang seragam, baik dalam arah vertikal maupun arah horizontal bangunan. Sambungan antara elemen-elemen struktural, harus direncanakan lebih kuat dari pada elemen-elemen yang disambung, agar kerusakan struktur akibat gempa tidak terjadi pada sambungan.
5. Harga yang ekonomis
Di dalam perencanaan struktur bangunan tahan gempa perlu diusahakan pemilihan material dengan harga yang cukup ekonomis, tetapi dari segi structural atau dari segi kekuatan dapat dipertanggungjawabkan (2018:12).
Daftar Pustaka
Laporan Harian Kejadian Bencana Pusat Komando Gabungan Satgas Penanggulangan Bencana PUPR.
Salim, Mukhammad Alif . 2018. Kriteria Dasar Perencanaan Struktur Bangunan Tahan Gempa” . Semarang: Universitas 17 Agustus 1945 Semarang.
Mohammad Fauzi, Mussadun 2021, Dampak Bencana Gempabumi Dan Tsunami Di Kawasan Pesisir Lere. Semarang. Universitas Diponegoro.
Ricky Akbar, Marizka Marizka, Ridho Darman, Jesi Namora, Novisa Ardewati 2001. Implementasi Business Intelligence Menentukan Daerah Rawan Gempa Bumi di Indonesia dengan Fitur Geolokasi. Kota Padang. Universitas Andalas.
Komentar
Posting Komentar